Akselerasi Kompetensi Konstruksi melalui Pelatihan Aplikator Baja Ringan Bentuk Sinergi FT Universitas Narotama dengan HAPI dan Kencana Group
25 Januari 2026, 21:39:33 Dilihat: 53x
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Narotama kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang konstruksi. Hal tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Aplikator Baja Ringan yang diselenggarakan selama dua hari, pada 19–20 Januari 2026, bekerja sama dengan HAPI (Himpunan Aplikator Indonesia) dan didukung oleh Kencana Group.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Narotama, Dr. Ir. Adi Prawito, M.T., M.M., IPM, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap mutu jasa konstruksi, khususnya pada pekerjaan struktur atap baja ringan yang kini banyak digunakan sebagai pengganti kayu.
“Pekerjaan struktur atap seharusnya dilakukan oleh tenaga yang bersertifikasi agar sesuai standar dan tidak membahayakan. Banyak kasus ambruknya atap terjadi karena kurangnya pemahaman teknis. Karena itu, pelatihan ini sangat penting,” ujar Dr. Adi.
Pelatihan aplikator baja ringan ini diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Teknik Universitas Narotama, yang diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Adi Prawito, M.T
, M.M., IPM, dengan HAPI (Himpunan Aplikator Indonesia) yang diwakili langsung oleh Ketua Umum HAPI Dr. Muhammad Sholeh S.AB., M.M.
HAPI merupakan organisasi profesi yang menaungi sekitar 16.000 aplikator baja ringan di seluruh Indonesia dan memiliki peran strategis dalam sertifikasi tenaga kerja konstruksi, khususnya di bidang struktur baja ringan, agar pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kencana Group, salah satu produsen dan penyedia baja ringan nasional dengan tagline “Ahlinya Baja Ringan”, yang memiliki fasilitas pabrik kanal baja ringan serta jaringan pasar yang luas di Indonesia.
Pelatihan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelaksana lapangan, aplikator, dan pekerja konstruksi. Pelatihan selama dua hari ini menghadirkan pemateri dari unsur akademisi dan praktisi, dengan materi yang terintegrasi antara teori dan praktik, di antaranya:
Roni Durrotun Nasihien, ST., MT. (Kaprodi Teknik Sipil Universitas Narotama)
Materi: Pengenalan Struktur Bangunan dan Prinsip Dasar Konstruksi Baja Ringan.
Bambang Roni Herdianto (HAPI) beserta tim
Materi: Teori Struktur Baja Ringan, Jenis dan Profil Baja Ringan Produksi Kencana Group, serta Pengenalan Alat dan Teknik Pemasangan Baja Ringan.
Hendro Sutowijoyo, ST., MT. (Kepala UPM FT Universitas Narotama)
Materi: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pekerjaan Konstruksi, khususnya Bekerja di Ketinggian.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai pengenalan struktur bangunan, jenis dan profil baja ringan produksi Kencana, serta alat-alat yang digunakan dalam konstruksi baja ringan. Materi juga dilengkapi dengan pembahasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya untuk pekerjaan di ketinggian.
Hari kedua dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan, meliputi pembuatan kuda-kuda baja ringan, pemasangan atap miniatur rumah, hingga teknik pemotongan dan penyekrupan sesuai standar. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok, masing-masing didampingi oleh tim dari HAPI agar proses pembelajaran lebih efektif.
“Peserta harus paham karena nantinya mereka bisa jadi pengawas, pelaksana atau aplikator Mereka harus tahu sambungan, teknik pemasangan, dan apakah pekerjaan sudah sesuai atau belum,” jelas Dr. Adi.
Dr. Adi menambahkan, materi pelatihan sudah inline dengan skema uji kompetensi sebagai Aplikator Baja Ringan, sehingga peserta bisa melanjutkan uji Sertifikasi.
Dengan sertifikasi tersebut, lulusan maupun peserta pelatihan memiliki peluang untuk langsung bekerja, bahkan menjadi technopreneur atau pemborong atap rumah secara profesional.
Respons peserta terhadap pelatihan ini sangat positif. Mahasiswa terlihat antusias karena dapat langsung terlibat dalam praktik pembuatan prototipe rumah dengan struktur baja ringan.
Pimpinan HAPI pun menyambut baik kerja sama ini karena sejalan dengan misi organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan sertifikasi pekerja konstruksi sesuai regulasi dan undang-undang yang berlaku.
Ke depan, Fakultas Teknik Universitas Narotama berencana untuk mengadakan pelatihan serupa secara berkala serta memperluas jangkauan kerja sama dengan SMK, pondok pesantren, dan masyarakat umum.
“Ini juga bagian dari kepedulian dan kontribusi Fakultas Teknik terhadap peningkatan mutu pekerja konstruksi Indonesia. Pekerja yang bermutu akan menghasilkan bangunan yang aman,” pungkas Dr. Adi.